Wednesday, September 8, 2010
Eid Mubarak
Hey all, I just wanna say Eid Mubarak to everyone. I would like to apologize for all my mistakes that I've done whether it was intentionally or unintentionally. Let's hope that all of our ibadah is accepted by Allah SWT, AMIN. For those who are not going back to their "kampong", you are welcome to come to my house on the 1st day of raya, cause there will be open house in my house on that day (well, it was too complicated), InsyaAllah. So don't forget to come! ;)
Mempertanyakan Prestasi Indonesia Dalam Olimpiade Remaja 2010
Fauzy Habibie Akhyar
Siswa Kelas 9, International Islamic School, Kuala Lumpur
26 Agustus 2010 kemarin, berakhirlah pertandingan olimpiade remaja pertama yang berlangsung di Singapura. Di antara beberapa negara terkuat di Asean, seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam, hanya negara kita yang tercinta, Indonesia, adalah negara yang paling lemah.
Indonesia adalah negara yang besar, dan juga terbesar di Asean, yang semestinya mempunyai paling banyak potensi dibandingkan dengan negara-negara Asean lainnya. Tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya, bukannya menjadi yang paling unggul, tetapi malah menjadi salah satu yang paling lemah, bahkan di kalangan negara-negara Asean.
Posisi Indonesia pada kali ini sangat tidak memuaskan, karena Indonesia menduduki salah satu posisi yang paling rendah. Kalau kita bandingkan dengan timnas senior yang beraksi di ajang olimpiade 2008, Indonesia berhasil meraih 1 emas, 1 perak, dan juga 3 perunggu. Tetapi, pada kali ini, Indonesia hanya berhasil mendapatkan 1 perunggu. Indonesia bahkan gagal meraih medali dalam cabang bulu tangkis, yang selama ini Indonesia biasanya mengungguli cabang olahraga tersebut.
Jauh dari negara-negara Asean yang lain, seperti Malaysia dan juga Thailand. Terlihat ada peningkatan pada dua negara tersebut. Malaysia, yang pada sebelumnya hanya berhasil mendapatkan 1 perak, kini mereka berhasil mendapatkan 2 perak. Sementara itu, Thailand pada kali ini berhasil menduduki tempat yang ke 13, diatas Inggris dan juga Kanada.
Tidak hanya itu, Indonesia bahkan menduduki tempat dibawah negara seperti Nigeria, Equatorial Guenia dan juga Cuba. Negara-negara tersebut berhasil mendapatkan paling tidak 1 emas dalam kategori masing-masing.
Prestasi Indonesia semakin lama semakin menurun, tidak hanya cabang bulu tangkis, tetapi dalam semua cabang olahraga. Lihat tabel hasil peralihan medali berikut ini:
Ada apa dengan pembinaan Olahraga Indonesia?
Bahas:
· Indonesia mempunyai 230an juta manusia. Artinya pilihan cukup banyak. Tidaklah sulit mencari atlet bertalenta dari sekian banyak pilihan
Seharusnya, dengan populasi yang sangat besar, Indonesia semestinya mempunyai jauh lebih banyak potensi di bandingkan dengan negara-negara yang jauh lebih kecil dalam keluasan negaranya, maupun populasinya, seperti Nigeria dan Jamaica. Semestinya, kita bisa menduduki tempat yang lebih baik dibanding ke 2 negara itu, tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya, kita menduduki tempat yang jauh disbanding ke 2 negara tersebut.
· Indonesia mempunyai kemenpora, selain koni. Apa yg selama ini mereka kerjakan?
Selama ini, Indonesia memiliki 2 badan yang bertugas untuk membentuk kemajuan olahraga Indonesia, tetapi, apa yang terjadi? Sampai sekarang kita bisa melihat, bahwa prestasi Negara kita bukannya semakin maju, tetapi malah sebaliknya, semakin lama prestasi Indonesia di pertandingan internasional semakin menurun. Jadi, apa selama ini yang di kerjakan oleh kemenpora dan juga koni?
Menjadi Tuan Rumah?
Indonesia sempat mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah olimpiade remaja 2014, apakah pantas Indonesia menjadi tuan rumah olimpiade dengan prestasi yang seperti ini? Semangat untuk menjadi tuan rumah tidaklah salah, karena akan memberikan efek positif tersendiri. Tetapi, apakah sudah patut saat ini, di saat prestasi yang ada masih jauh dari harapan. Tidakkah lebih baik bila dana yang akan dipakai bila menjadi tuan rumah, digunakan untuk kepentingan mencetak atlet kelas dunia dulu. Dengan prestasi tertentu, sementara pulihnya ekonomi, barulah niat itu dilaksanakan, mestinya. Untunglah, akhirnya Indonesia juga gagal menjadi tuan rumah untuk olimpiade berikutnya, karena selain sangat sulit bersaing dengan Cina yang jauh lebih siap dalam segalanya, bagi rakyat pada umumnya, lebih baik tunjukkan prestasi dulu.
Subscribe to:
Posts (Atom)