Friday, September 2, 2011

Pemelesetan Yang Menyesatkan



           
Pada akhir-akhir ini, generasi pada saat, yang muda maupun yang tua, suka menggunakan plesetan dalam mengungkapkan ekspresinya. Dan ekspresi-ekspresi tersebut, semestinya tidak boleh diterapkan sama sekali.
Kita bisa melihat, bahwa generasi sekarang menggunakan pemlesetan dalam mengungkapkan ekspresinya, seperti, ‘ya oloh’, ‘masa oloh’, dsb. Yang sebenarnya salah besar dan tidak boleh diterapkan sama sekali.   
Mungkin, bagi beberapa orang, menggunakan ekspresi-ekspresi tersebut akan membuat ekspresi mereka menjadi lebih ‘keren’. Akan tetapi, mereka tidak tahu bahwa kalau kita menggunakan ekspresi-ekspresi tersebut bisa menyebabkan hasil yang sangat fatal.
Dari  semua ekspresi-ekspresi tersebut, salah satu ekspresi itu menggunakan kata ‘ya oloh’, yang awalnya bermulai dari kata ‘Ya Allah’. Apakah mereka tidak menyadari bahwa betapa bahayanya menggunakan ekspresi-ekspresi tersebut?
Ketika kita menggunakan kata ‘ya oloh’, kita sebenarnya bisa dibilang bahwa kita mepermainkan nama Allah hanya untuk plesetan, dan kemungkinan kita bisa dimurkai oleh Allah SWT karena menggunakan plesetan tersebut, yang bisa membahayakan kita pada masa depan.
Sebagai seorang muslim, kita tidak patut untuk mempermainkan nama tuhan sendiri. Malangnya, sampai detik ini, ratusan, ribuan atau mungkin jutaan umat islam sendiri menggunakan plesetan tersebut, yang sangat menyesatkan dan berbahaya. 
Plesetan ini tidak hanya digunakan oleh umat islam sendiri. Efek dari plesetan yang masih di terapkan oleh orang muslim sendiri, ekspresi ini juga digunakan oleh orang yang ‘non –muslim’. Ini, adalah karena, umat muslim sendiri yang mempermainkan dan tidak menyadari betapa berbahayanya menggunakan nama tuhan sendiri untuk plesetan. Dan akhirnya, orang ‘non-muslim’ pun akhirnya ikut-ikutan. 

No comments:

Post a Comment